Perhatikan Kualitas Paru-Paru Saat Pandemi

Sejak maraknya pandemi, MG selalu mengingatkan kepada peserta kelas olah napas termasuk para pembaca disini agar memperhatikan dampak pasca covid-19 bagi yang pernah terkena dan kemudian menjadi negatif PCR lalu dinyatakan “sembuh”.

Menjadi negatif PCR tidak lantas menghilangkan semua kerusakan dari virus covid-19 namun hanya menunjukkan bahwa virusnya sudah tidak infeksius lagi. Adapun kerusakan-kerusakan yang ditinggalkannya mesti diwaspadai selalu.

Ibarat rayap yang menggerogoti pintu, apabila rayapnya sudah mati tidak lantas pintunya kembali menjadi normal seperti sedia kala. Tentu saja ada peninggalan rayap dalam bentuk kerusakan-kerusakan pada pintu. Dan ini tidak serta merta pintu seakan bersih kembali dan utuh.

Maka, berbagai kelas olah napas MG dan pendekatan berbasis olah napas untuk mengatasi dampak pasca covid-19 ini sangat diperhatikan benar.

Saya kutip dari artikel Detik.com ini:

“Hasilnya tampak paru-paru orang yang sehat bisa lebih efektif memindahkan gas ke aliran darah. Ini bisa jadi penjelasan mengapa orang yang sembuh dari COVID-19 bisa mengalami masalah napas lebih pendek.”

Alhamdulillah, mereka yang rutin latihan Metode Napas Ritme rata-rata memiliki napas yang panjang. Hal ini dikarenakan pada setiap latihan metode napas ritme selalu menyertakan slow breating atau bernapas lambat.

Bagi peserta yang ikut kelas Metode Napas Ritme ini memiliki kemampuan bernapas lambat menjadi salah satu tolok ukur. Target yang diharapkan pada milestone pertama adalah mampu melakukan dan menguasai Ritme 30:30 tanpa hambatan berarti.

Ritme 30:30 adalah tarik napas 30 detik dan buang napas 30 detik, hidung-hidung, alami, tanpa paksaan, dan tidak boleh ada menahan napas. Ritme ini akan menghasilkan frekwensi yang berada pada rentang Ultra Low Frequency dan menjadi standar penguasaan pada siapapun yang berlatih metode Napas Ritme MG.

Anda bisa mencobanya sendiri untuk membuktikan sejauh mana kemampuan napas lambat dikuasai oleh tubuh. Lakukan Ritme 30:30 selama minimal 30 menit atau maksimal 60 menit. Audionya silahkan melihat pada channel Youtube saya. Gunakan darisana.

Selamat berlatih! Kuasai ritme ini, maka ritme-ritme lainnya akan mudah ‘ditaklukkan’.

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5922791/ini-loh-beda-penampakan-paru-paru-sehat-vs-pernah-kena-covid-19

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung