Transmisi Energi via Ritme Napas dan Frekwensi Bumi

Jika seseorang dapat membuktikan dan “melihat” frekwensi yang terjadi pada badannya, misal contoh ritme 5:5 yang memiliki 0.1 Hz, dan ia dapat “melihatnya” terjadi pada badannya dengan alat ukur yang disepakati sains atau medis maka sesungguhnya konsep Resonansi Komunal (resonansi antara dirinya dan diluar dirinya) itu relatif akan mudah diterima dan dilakukan.

Pada konsep tradisional, hal ini dikenal dengan istilah (mungkin dapat berbeda pada tempat lain):

  • deteksi
  • sambung rasa
  • intervensi
  • netralisasi

Semua dilakukan dengan Naluri.

Tidak ada yang salah dan tidak ada masalah dengan itu. Memang seperti itulah tradisional bekerja.

Ketika naluri ini mencoba dinalarkan, maka bekerjalah serangkaian pengetahuan kepadanya. Deteksi, dapat sedikit dimodifikasi dengan pengetahuan frekwensi benda (organik dan non organik). Sambung rasa dapat sedikit dimodifikasi dengan ‘sambung nalar’ yakni pembuktian dulu pada diri sendiri ada atau tidaknya frekwensi yang dimaksud dan terbentuk dengan tepat atau tidak.

Jika ini dapat dilakukan, berikutnya intervensi menjadi lebih mudah dilakukan.

Hal ini karena nalar dan hati Anda dapat menerima.

Frekwensi itu tidak terlihat. Pada konsep tradisional, melalui serangkaian latihan tertentu, ia dapat dikenali dan dirasakan. Rasa yang bermain disini. Tidak ada masalah dan tidak ada yang salah. Memang seperti itulah pada umumnya.

Oleh karena tidak dapat dilihat namun dapat dirasa inilah sains dan medis berusaha ingin menampilkan frekuensi itu seperti apa. Disusunlah teori-teori, dibuatlah alat-alat, untuk melihat seperti apa frekwensi itu.

Oscilloscope itu salah satu contohnya.

Dan ketika nalar seseorang mampu sampai kesana, maka pada satu titik ia juga akan dapat menerima secara logis konsep transmisi frekwensi, getaran, penyaluran, dan sejenis itu. Hal ini karena ia sudah membuktikan pada dirinya dengan “melihat”, melalui alat-alat yang disepakati, pada “wujud” dari frekwensi itu. Bagaimana bentuknya, angka-angkanya, grafiknya, dan sebagainya.

Selamat datang di dunia resonansi yang logis…

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung