Metode Napas Ritme, Perjalanan Menuju Haqqul Yaqin pada Ilmu Frekwensi

ILMUL YAQIN, AINUL YAQIN, DAN HAQQUL YAQIN

Oleh: Mas Gunggung

Kemarin sore, kedatangan sahabat lama mas James Hutabarat untuk mampir ke kafe. Biasa, ngobrol-ngobrol masalah ilmu kesehatan khususnya HRV dan Metode Napas Ritme.

Kami juga membicarakan perkembangan pasien pro bono yang saat ini sedang diterapi dengan Metode Napas Ritme.

Kondisi pasien saat ini yang awalnya kulit menghitam di banyak tempat, sudah berubah dan menjadi warna kulit normal. Pasien juga sudah dapat berjalan lebih jauh dan lebih stabil. Intinya, perkembangannya menjadi sangat cepat hanya dalam hitungan minggu saja. Padahal pasien ini sudah berobat kemana-mana dan belum jelas diagnosa medisnya mengarah pada sakit apa.

Selain dari membicarakan pasien, juga membicara Metode Napas Ritme yang lebih detail. Saya jelaskan, bahwa dalam Metode Napas Ritme ada banyak variabel yang “dapat berbicara”.

Saya buka Kubios Premium kemudian membuka beberapa data untuk menunjukkan bahwa data-data dan angka-angka ini dapat menunjukkan kondisi fisik dan psikis pasien pada saat itu. Misal, dapat melihat prediksi stroke, dapat melihat apakah intervensi yang dilakukan saat itu membuat tubuhnya ‘happy’ atau tidak? Dapat juga melihat apakah suatu intervensi terlihat membaik atau tidak? Dapat sekaligus melihat apakah intervensi saat itu berimbas pada recovery atau malah pemburukan? Dan sebagainya.

Lalu ada pertanyaan yang cukup menggelitik, kalau misal orang-orang sudah pada tahu ritme-ritme ini apakah kemudian teknik MG ini menjadi “habis”?

Saya senyum.

Lalu saya katakan, bahwa kalaupun orang-orang tahu berbagai napas ritme MG yang secara terang-terangan dipublikasikan (termasuk pada postingan ini, lihat pada gambar screenshot dari file Excel di bawah) tapi belum tentu orang-orang akan tahu masing-masing ritme ini mengarah kemana dan menjadi manfaat yang seperti apa?

Misal, katakanlah ada orang yang menyimpan excel MG yang berisi Ritme 1:1 sampai dengan Ritme 30:30. Lalu apakah dia tahu apa khasiat dari ritme-ritme itu pada 11 sistem pada tubuh?

Misal, apa khasiat Ritme 5:5 pada Sistem Pembuluh Darah, pada Sistem Rangka, pada Sistem Kulit, pada Sistem Kelenjar, pada Sistem Pencernaan, dan sebagainya. Itu baru bicara sistem besar, belum subsistem yang ada di dalamnya. Dan setiap subsistem itu punya subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi.

Contoh, Sistem Syaraf itu gedeannya. Di dalamnya ada Sistem Syaraf Pusat dan Sistem Syaraf Tepi. Di dalam Sistem Syaraf Tepi itu ada Sistem Syaraf Sadar dan Sistem Syaraf Tak Sadar (otonom). Di dalam Sistem Syaraf Otonom itu ada Syaraf Simpatik dan Syaraf Parasimpatik. Dan yang dihasilkan dari Syaraf Simpatik salah satunya adalah hormon Adrenalin/Noradrenalin sedangkan yang dihasilkan dari Syaraf Parasimpatik adalah hormon Acetylcholine. Dan seterusnya dari yang gede sampai yang kecil.

Dan bagaimana pengaruh stimulasi ritme pada sistem-sistem itu?

Bisakah orang yang punya Excel itu menjawabnya?

Tentu saja tidak bisa kecuali mereka belajar serius Metode Napas Ritme ini langsung dari MG. Atau mereka meriset khusus pengaruh ritme pada tubuh manusia dan semesta diluar dirinya. Keduanya bukan hal mudah. Yang paling mudah ya menerima jadi. Tapi tentu saja membeli secangkir kopi Kenangan jauh lebih enak dan mudah dibandingkan meracik sendiri kopinya dari bahan-bahan mentah khan?

Itu kita belum bicara mengenai konsep energi, gelombang, panas, dan sebagainya yang dihasilkan dari penggunaan suatu ritme. Belum lagi bicara apa pengaruh pada gelombang otak, bagaimana sinkronisasi antara jantung dan otak, bagaimana resonansi di dalam dan diluar badan, dan bagaimana membangun gelombang konstruktif dan destruktif.

Perjalanan masih panjang. Hahaha.

Sahabat saya geleng-geleng kepala. Dan sekarang, semua pasiennya sudah pakai ukuran HRV semua dan itu terbukti dengan cepat melihat kondisi yang terjadi saat itu dan prognosisnya. Ketepatannya sangat tinggi.

Tentu saja karena beliau mau belajar. Makanya, menerapkan pada aspek kesehatan menjadi lebih mudah pada apapun teknik intervensi yang digunakannya (chikung, akupunkur, emotional release, The Silva Method, Kinesologi, Magnetism, dll).

Sama halnya ketika saya bilang, apakah mas percaya listrik itu ada? Khan ngga bisa dilihat tuh listrik. Membuktikan adanya listrik darimana dong?

Gampang saja mas, katanya, ambil kabel yang ujungnya terbuka sedikit, sambungkan ke colokan listrik PLN, lalu pegang ujung kabel itu.

Ya kesetrum dong mas!

Lha ya iya, itulah yang namanya keyakinan inderawi, yakni ketika kita menjadi yakin melalui sensorik panca indra.

Coba tanya sama tukang servis elektronik, bagaimana cara dia percaya dan yakin bahwa listrik itu ada?

Yakni ketika dia bawa Avometer lalu menyambungkan dua kabelnya pada komponen yang akan diuji kelistrikannya. Jika ada pergerakan pada Avometer maka ada listrik disitu. Dia tidak perlu melihat listrik itu untuk percaya, tapi dia gunakan akalnya untuk menalar. Disinilah sederhananya memahami keyakinan atas dasar analisa akal.

Jadi, ketika misalnya datang kabar berita mengenai adanya suatu metode olah napas logis yang disebut dengan Metode Napas Ritme dimana diatas kertas berhasil menghitung ritme-ritme napas beserta dengan frekwensinya, kemudian mengajak kita untuk melihat visual pada alat ukur yang disepakati, mengujinya dan membuktinya sendiri secara sistematis hingga kita dapat melihat dan merasakan hasil yang sama maka disitulah hakekat ‘Ilmul yaqin, ‘Ainul yaqin, dan Haqqul yaqin sudah kita dapatkan.

“Sungguh aku akan memberikan permisalan tiga tingkatan tersebut dengan orang yang mengabarkan padamu bahwasanya dia mempunyai madu, dalam keadaan engkau tidak meragukan kejujurannya. Lalu dia memperlihatkan (madu itu) padamu sehingga semakin bertambah keyakinanmu, kemudian engkau mencicipinya.”

1. Maka yang pertama adalah ilmul yaqin

2. Yang kedua adalah ainul yaqin

3. Dan yang ketiga adalah haqqul yaqin.

Maka, meski saya tidak dapat melihat dengan mata telanjang frekwensi napas saya, tapi dengan melihat ada grafik yang menunjukkan 0.1 Hz, maka saya sudah sangat yakin bahwa frekwensi yang terjadi pada badan saya saat itu adalah 0.1 Hz. Dan seterusnya untuk ritme-ritme yang lain.

Jika sudah berhasil yakin pada pembuktian frekwensi itu terjadi pada tubuh, maka pemahaman dan keyakinan frekwensi lain diluar tubuh menjadi lebih mudah. Bahwa semua benda itu bergetar dan memancarkan gelombang menjadi lebih mudah dipahami jadinya.

Dalam kitab Al-Hikam disebut ‘cahaya akal’.

Metode Napas Ritme, adalah perjalanan dari ‘Ainul yaqin, ‘Ilmul yaqin, hingga menuju Haqqul yaqin.

Tentu saja dalam batas-batas tertentu karena semua berproses dan terus berkembang.

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung