Kenali Potensi HRV untuk Deteksi Dini Stroke

KENALI POTENSI HRV UNTUK DETEKSI DINI SILENT STROKE

Oleh: Mas Gunggung

Kehidupan dan kematian adalah sunatullah yang tidak dapat dipungkiri. Ada yang hidup, maka suatu saat nanti akan mati.

Suatu kematian disebabkan oleh faktor penyebab. Penyebab kematian dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kategori yakni Menular (penyakit menular dan parasit dan kondisi ibu, perinatal dan gizi), tidak menular (kronis) dan cedera.[1]

Seluruh dunia mencatat penyebab kematian itu apa saja. Setelah diketahui, maka dapat dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan usia hidup. Semakin tinggi usia hidup seseorang, dimana dirinya masih tetap berdaya, dapat dikatakan (dalam batas-batas tertentu) semakin baik jalan hidup yang dilakukan oleh orang tersebut.

Artinya, bisa saja ia masih punya kesempatan lebih banyak untuk beramal, bertobat, atau melakukan banyak hal baik lainnya.

Lebih dari 10 tahunan lalu saya telah memperhatikan data-data perkembangan penyebab kematian di dunia dan di Indonesia. Adakah solusi untuk meningkatkan usia hidup diri kita? Resiko-resiko apa yang mesti ditangani agar usia hidup meningkat namun kebugaran tetap terjaga? Idealnya begitu. Sebab ada yang usia hidup tinggi namun ia ‘tidak berdaya’.

“Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?” – QS. Yasin ayat 68.

Mata lamur, fisik lemah, pendengaran sangat terganggu, lisan terganggu, pikiran pikun, dan banyak lagi.

Baiklah, perhatikan data 10 penyebab kematian tertinggi di dunia dan di Indonesia yang saya lampirkan dibawah ini.

a. DUNIA

  • Estimasi data tahun 2000-2016, masalah Kardiovaskular (jantung dan stroke) menempati penyumbang kematian di seluruh dunia. Ini berlanjut hingga tahun 2017 dan 2019.[2]

b. INDONESIA
Menggunakan data dari Pusdatin Kementrian Kesehatan[3], akan terlihat data sebagai berikut:

  • Tahun 2014, masalah stroke dan masalah jantung dan pembuluh darah menempati porsi 34% atau sepertiga dari total penyebab kematian.
  • Tahun 2017, masalah stroke dan masalah jantung serta pembuluh darah juga masih menempati dua besar dan berkontribusi lebih dari sepertiga penyebab kematian.
  • Tahun 2019, juga demikian. Stroke dan masalah jantung dan pembuluh darah kembali menempati dua terbesar penyebab kematian.
  • Tahun 2020, stroke ‘turun tingkat’ menjadi nomor tiga. Yang pertama adalah Jantung dan yang kedua adalah Kanker. Namun jika melihat total kasus masalah kardiovaskular pada tahun 2020 tersebut dengan menjumlahkan antara kasus Jantung dan kasus Stroke didapati angkanya cukup mengkhawatirkan, yakni 74.9% atau nyaris 75%! Ini artinya 3/4 penyumbang penyebab kematian di Indonesia itu masalah kardiovaskular (jantung dan stroke).

Pada stroke, seiring dengan bertambahnya usia, risiko terkena penyakit ini dapat meningkat hingga 4 kali lipat.[4]

Maka diperlukan pengetahuan untuk deteksi dini apakah tubuh sedang dalam perkembangan menuju stroke atau tidak.

Dan analisa ini dapat dilakukan dengan memahami Heart Rate Variability (HRV).

Pada parameter dari HRV dapat melihat kecenderungan prognosis menuju silent stroke atau membaik dari stroke apabila dilakukan suatu intervensi. Jadi, dengan mengamati pergerakan parameter inilah dapat dilihat kecenderungan apakah pada saat itu tubuh sedang menuju stroke atau tidak oleh suatu intervensi (gaya hidup, olah napas, pola makan, dsb).

Sampai jumpa di Kelas Reguler Minggu angkatan ke-12 yang akan dimulai tanggal 8 Mei 2022 mendatang. Anda akan belajar, salah satunya mengenai stroke ini dan bagaimana deteksi dini potensi stroke via HRV.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi, dengan apapun metode yang Anda yakini.

Salam,
MG

Referensi:
[1]. 5 Penyebab Tertinggi Kematian Menurut Data WHO. (https://health.kompas.com/read/2021/08/12/120700868/5-penyebab-tertinggi-kematian-menurut-data-who?page=all)
[2]. WHO reveals leading causes of death and disability worldwide: 2000-2019. (https://www.who.int/news/item/09-12-2020-who-reveals-leading-causes-of-death-and-disability-worldwide-2000-2019)
[3]. Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementrian Kesehatan. (https://pusdatin.kemkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-profil-kesehatan.html)
[4]. Apa Saja Penyakit Paling Mematikan di Indonesia? (https://katadata.co.id/zimi95/analisisdata/5e9a57aff02b6/apa-saja-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia)

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung