Selama ini saya selalu mencari tahu bagaimana cara mengukur “power” secara subyektif. Bagaimana juga cara melihat tubuh secara kuantitatif, secara angka-angka, seperti misalnya indeks power kelistrikan, indeks power magnetism, indeks power frekwensi, indeks power temperatur, indeks kebugaran tubuh, indeks angka untuk prognosis kanker, dan banyak lagi.
Melalui pemahaman berbasis HRV ini, beberapa indeks itu berhasil dipetakan. Berikutnya, semua pengukuran teknik olah napas yang dilakukan dapat dicocokkan pada pendekatan ini. Analisa juga dapat dilakukan setelahnya mengenai perubahan metabolisme apa yang akan terjadi saat itu.
Misalnya, apakah hormon tertentu yang diharapkan akan keluar setelahnya? Apakah protein tertentu akan muncul setelahnya? Dan banyak lagi.
Setiap latihannya dapat menunjukkan secara kuantitatif perubahan pada tubuh. Tidak sekedar subyektif mengenai apa yang dirasa oleh peserta saat itu.
Oleh karena sudah cukup banyak peserta yang memiliki alat ukur HRV standar jurnal, maka berikutnya dapat dilihat bagaimana pemetaan-pemetaan ketika tubuhnya sedang tidak tidur, sedang sakit, sedang kena covid, sedang ada tekanan stres pekerjaan, sedang ada masalah berat, dan banyak lagi.
Pelaporan dan pengiriman screenshot dari data-data ini menjadi database yang tak ternilai. Studi kasus hubungan olah napas dan HRV yang mungkin paling banyak di dunia.

