METODE NAPAS RITME TERBUKTI MENINGKATKAN SDNN PADA PELATIHAN ATLET SILAT JAWA BARAT
Oleh: Mas Gunggung
Studi magister S2 dengan pembahasan Metode Napas Ritme saat ini sudah masuk tahap kesimpulan dari pengumpulan data pada berbagai ritme napas.
Studi ini menggunakan subyek atlet silat Jawa Barat yang menjadi juara umum PON Papua 2021 lalu.
Saya jelaskan singkat, ada dua kelompok yakni Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol (warna ungu). Kedua kelompok ini mendapatkan semua standar pelatihan atlet silat Jawa Barat.
Bedanya, Kelompok Kontrol adalah kelompok yang tidak ada intervensi Metode Napas Ritme dan hanya menerima semua standar pelatihan atlet silat Jawa Barat sedangkan Kelompok Eksperimen adalah kelompok yang menerima semua standar pelatihan atlet silat Jawa Barat plus melakukan Metode Napas Ritme pada beberapa ritme napas yang disepakati.
Pengumpulan data melalui pencatatan parameter-parameter HRV dilakukan menggunakan alat Polar H10 dengan software analisa menggunakan Kubios HRV Premium pada rentang waktu tertentu.
Puluhan parameter HRV didapatkan dari pengumpulan data ini. Saya akan bahas salah satunya yakni parameter SDNN.
Hasilnya: Terlihat jelas bagaimana Kelompok Eksperimen yang mendapatkan tambahan latihan Metode Napas Ritme terbukti terjadi peningkatan nilai SDNN secara signifikan dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan tambahan latihan Napas Ritme.
Nilai SDNN juga menunjukkan sudut pandang performa atlet, maka dapat dikatakan penambahan materi Metode Napas Ritme dapat meningkatkan performa atlet secara terukur dan siginfikan.
Studi ini juga akan dibuatkan jurnal ilmiah internasional yang akan dipublikasikan dan menjadi salah satu sumber data HRV dan penerapan Metode Napas Ritme yang komprehensif nantinya.
Anda mahasiswa studi S2, S3, atau spesialis pada bidang kedokteran, olahraga, atau fisika, dapat pakai metode ini untuk menjadi karya tulis.


