Semua Peserta Olah Napas Kelas Purnawirawan TNI AL Sudah Mulai Melewati Usia 80 Tahun

SAAT INI, SEMUA PESERTA KELAS PURNAWIRAWAN SUDAH MULAI MELEWATI USIA 80 TAHUN

Oleh: Mas Gunggung

Setiap periode tertentu, kelas lansia purnawirawan TNI AL angkatan AAL-10 melakukan uji laboratorium secara berkala.

Kemarin, hari Selasa telah dilakukan uji laboratorium oleh RSAL Mintohardjo kepada penanggungjawab kelas purnawirawan yakni Laksamana TNI (Purn) Tanto Koeswanto dan yang lainnya di lokasi latihan.

Hasilnya, nyaris sempurna!

Inilah yang kemudian membuat metode ini dipertahankan untuk dilatih kepada para purnawirawan TNI AL secara terus menerus dari tahun ke tahun hingga berhasil mencapai tahun ke-10.

Tidak mudah menjaga para sesepuh yang usianya paling muda adalah 80 (delapan puluh) tahun selama sepuluh tahun terakhir ini.

Saya harus terus banyak membaca kondisi fisik dan psikis lansia. Memahami metabolisme lansia seperti apa, apa-apa saja yang menjadi degeneratif, untuk kemudian merumuskan model latihan yang dapat melakukan optimalisasi sel agar terus sehat dan terbaik pada usianya.

Bahkan kalau perlu, dicari cara dan solusi agar sel pada usia sepuh dapat mengalami peremajaan kembali secara rasional.

Dan ini bukan pekerjaan mudah.

Jadi, sepuluh tahun berjalan itu bukanlah sekedar melatih begitu saja melainkan terus menerus memperbanyak membaca, analisa jurnal-jurnal ini dan itu, uji coba ritme ini dan itu beserta apa dampaknya bagi tubuh, melakukan berbagai pengukuran, membentuk berbagai hipotesa, dan kemudian merumuskan menjadi metode latihan tertentu agar dapat dilakukan oleh lansia. Berikutnya, peserta memiliki kewajiban secara berkala untuk mengukur hasilnya dengan uji laboratorium.

Darisanalah kemudian suatu metode akan terlihat apakah bagus atau tidak. Jika hasil uji laboratoriumnya tidak begitu bagus, maka harus langsung segera dilakukan evaluasi menyeluruh. Bahkan pemodelan latihan dan ritme-ritmenya kalau perlu dilakukan penyesuaian segera. Adapun jika hasilnya bagus, maka tetap dilakukan evaluasi untuk melihat apa-apa saja yang dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan.

Paling tidak, manfaat bagi diri pribadi adalah saya jadi tahu ketika suatu ritme dilakukan akan menghasilkan perubahan apa pada sel-sel orang yang sudah sepuh.

Percayalah, kita semua akan menua dan pasti menua.

Dan pengalaman saya melatih kelas lansia selama sepuluh tahun ini sangat bernilai. Tidaklah mudah memiliki kelompok latihan olah napas dengan peserta lansia dan masih bertahan pada rentang usia ini (diatas 80 tahun).

Anda mungkin dapat dengan mudah melatih orang sepuh. Memberikan ia materi latihan olah napas, meditasi, gerak fisik, atau sejenis itu.

Namun mampu mempertahankannya selama sepuluh tahun itu bukan hal yang sederhana.

Coba saja kalau tidak percaya 

Maka, paling tidak, ini akan menjadi bekal saya pribadi ketika kelak menua. Saya jadi paham apa-apa yang mesti dilakukan. Ritme-ritme apa yang mesti dilatih. Latihan yang bagaimana yang mesti diperbanyak. Apa-apa yang mesti dikurangi dan yang mesti ditambah. Dan sebagainya.

Termasuk mereka yang usia masih muda namun memiliki kualitas sel yang jauh lebih tua dari usianya saat ini.

Adakah yang seperti ini?

Banyak.

Istilahnya penuaan (“aging”) atau degeneratif sebelum waktunya.

Maka, Metode Napas Ritme ini dapat menjadi solusi untuk itu. Tentu saja bagi yang mau belajar.

Dulu, saya sering kesal ketika melihat orang-orang tidak tergerak hatinya dan tidak mau belajar metode ini. Tapi lama kelamaan saya sadar, bahwa “hidayah” itu tidak dapat dipaksakan. Hati yang bergerak itu tidak dapat dipaksakan.

“Lu siape tong maksa-maksa orang buat belajar!”

Jadi, saat ini lebih memilih terus menulis. Terus membuat video-video edukasi dan video-video inspiratif. Dan terus saja mengajak. Bagi yang mau.

Masing-masing dari kita memilih jalannya masing-masing. Hidup adalah pilihan. Maka, ketika menjumpai di linimasa ada orang masuk rumah sakit, makin parah, tidak sembuh-sembuh, bahkan meninggal maka hati ini cukup mendoakan dengan tulus agar yang sakit segera diberikan kesembuhan, dan yang meninggal agar diterima semua amal dan ibadahnya.

Sedih? Sudah pasti.

Tapi hidup terus berjalan. Yang mau belajar, ayo belajar. Belajar dengan baik. Yang tidak mau belajar, maka berprasangka baik saja kalau mereka sudah punya solusi yang lebih baik untuk banyak hal.

Tua itu pasti.

Sehat itu pilihan.

Pilihan yang didasarkan dari hati yang bergerak!

Maka saya pribadi selalu berdoa agar senantiasa diberikan hidayah dan hati yang bergerak. Khususnya bagi diri sendiri. Dan agar dimampukan untuk melakukan banyak hal pada pikiran, tenaga, dan biaya.

Selalu berpinsip untuk tidak pernah mau membenci orang-orang yang sedang mersudi atau melakukan penelitian. Sebab bisa saja, suatu hari nanti kalau Allah ridho terhadapnya, maka ia akan dikaruniai kebaikan ilmu yang banyak yang bisa saja itu solusi bagi masalah kesehatan saya.

“Ojo kagetan, ojo gumunan, ojo getunan”, begitulah bijak Jawa menasehati.

Jagalah selalu kesehatan Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

“Selama masih ada setarikan napas, berjuanglah!” – MG

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung