Selayang Pandang Pandemi COVID-19 Tahun Ketiga

SELAYANG PANDANG PANDEMI COVID-19 TAHUN KETIGA

Sambil melihat Instagram, tiba-tiba terlihat brosur kelas Zoom perdana bulan April 2020 lalu.

Ini adalah kelas Zoom perdana Metode Napas Ritme diperkenalkan secara umum dengan lebih luas. Tak tanggung-tanggung, 9 (sembilan) webinar diperkenalkan via Zoom dan diikuti ratusan peserta pada saat itu dan bahkan mencapai diatas seribuan orang untuk sembilan webinar tersebut. Sebagiannya dipublikasikan pada channel Youtube saya.

Berturut-turut kelas Zoom ini mencapai angka ribuan, hingga bahkan puluhan ribu. Tercatat per hari ini data peserta Zoom yang tercatat pada web resmi Zoom saya telah mencapai angka diatas 40.000 orang dengan lebih dari 30.000 jam terbang mengajar.

Amazing!

Berikut jumlah kelasnya selama pandemi saja:

  1. Kelas Perdana Zoom: 9 webinar
  2. Kelas Reguler Sabtu: 10 angkatan
  3. Kelas Reguler Minggu: 11 angkatan
  4. Kelas 21 Hari Non Stop: 9 angkatan
  5. Kelas Asma: 1 angkatan
  6. Kelas WB Clinical Update: 1 angkatan
  7. Kelas Normalisasi Diabetes: 1 angkatan
  8. Kelas Kurama HRV: 1 angkatan
  9. Kelas Chakra: 2 angkatan
  10. Kelas Timur Tengah: 2 angkatan
  11. Kelas Zoom Khusus Purnawirawan TNI AL (AAL-10): 224 sesi
  12. Kelas Zoom Khusus Keluarga Purnawirawan TNI AL (AAL-10): 129 sesi

Ini belum menghitung sekian banyak kelas terapi yang diselenggarakan sepanjang pandemi. Setiap kelas reguler dilaksanakan per dua bulan atau 8 sesi. Jadi, kalikan saja dengan jumlah angkatan. Juga kelas 21 hari sudah 9 angkatan, kalikan dengan 21 hari. Dan seterusnya. 

Dan tak terasa pula kalau pandemi COVID-19 ini telah memasuki tahun ketiga.

Alhamdulillah dapat dilewati dengan baik bagi semua yang ikut kelas ini sejak awal.

Sekilas memori pada masa awal pandemi sekitar bulan Maret 2020 berlaku PPKM pertama (anggaplah lockdown). Pada masa itu sangat sedikit informasi kesehatan untuk melawan Covid-19.

Tapi Metode Napas Ritme selangkah di depan untuk terobosan solusi berbasis Intermittent Fasting dan Olah Napas. Saya membuat video pertama kalinya yang memberikan alternatif solusi menggunakan rumus:

IF + IH = Solusi Sindrome Metabolik.

IF adalah Intermittent Fasting dan IH adalah Intermittent Hypoxia.

Banyak gejala-gejala Covid-19 varian Alpha pada saat itu seperti misalnya happy Hypoxia itu Metode Napas Ritme punya solusinya. Saran agar masyarakat punya Oxymeter menurut IDI untuk deteksi dini happy hypoxia, juga menjadi alat wajib Metode Napas Ritme sejak 10 tahunan lalu. Ramainya obat Remdesivir, vitamin C, dan lain-lain itu semua dibahas detail dan dipraktekkan alternatif solusi tanpa obat.

Alhamdullillah apa yang saya dapatkan pada riset pribadi Metode Napas Ritme ini kok ya bersesuaian sebagai solusi pada saat covid marak di Indonesia. Misal, saat masyarakat belum melek mengenai Komorbid, kita sudah bahas itu dan bahkan memberikan solusinya pada rumus IF + IH diatas.

Waktu itu riset covid dan informasi covid sangat minim. Masyarakat belum tahu dan masih shock pada situasi PPKM dengan kesulitan ini dan itu. Jadi, pada saat itu kerjaan sehari-hari saya adalah mantengin jurnal aja. Melihat apa yang baru mengenai covid ini dan adakah solusi Metode Napas Ritme untuk itu.

Dan setiap kemunculan jurnal baru, kok ya pengetahuan Metode Napas Ritme dapat menuju kesana.

Misalnya, waktu itu ramai Remdesivir. Lalu saya lihat jurnalnya bagaimana cara kerja obat ini. Lho kok mengubah pH menjadi Basa. Khan itu juga bisa via olah napas. Kemudian saya membuat video mengenai itu. Detail dengan gambarnya dan tekniknya bahwa Metode Napas Ritme melalui pengetahuan ritme-ritme parasimpatik dapat meningkatkan potensi Alkalinitas sel.

Ramai juga happy hypoxia sebagai gejala khas covid varian Alpha saat itu, deteksi dini via Spo2 dan diusahakan nilai Spo2 naik. Khan itu juga dapat dilakukan pakai ritme parasimpatik. Kemudian saya juga membuat video mengenai itu bagaimana intermittent hiperventilasi dapat meningkatkan SpO2.

Ramai lagi mengenai vitamin C yang diminum gila-gila dosis tinggi, lha kok struktur vitamin C mirip dengan struktur Glukosa. Dan sel ternyata lebih suka mengambil Glukosa dibanding vitamin C. Jadi, minum dosis tinggi vitamin C sebenarnya ga begitu guna. Akan dibuang sia-sia. Artinya, jika Glukosa dapat dijaga normal maka konsumsi vitamin C secukupnya saja. Bisa irit dimana pada waktu itu harga vitamin C gila-gilaan…

Misal lagi, dampak covid pada paru-paru adalah peningkatan dead space. KHan ritme 5:5 dapat terbukti by clinical trial menurunkan Dead Space… Maka saya membuat webinar “The Power of Ritme 5:5” untuk menurunkan dead space. Bahkan dijelaskan dalam tabel, berapa mililiter volume udara pada tiap ritme napas secara detail.

Lagi, covid-19 membajak reseptor ACE-2 dimana reseptor ini adalah reseptor parasimpatik… Khan ada ritme parasimpatik dan ada ritme prolonged expiration rasio 1:2. Itu juga jadi solusi bagi penderita covid dalam melakukan penguatan parasimpatik. Dan kelasnya dibuat untuk mengajarkan itu. Banyak yang tertolong, ratusan hingga ribuan orang penderita covid dengan berbagai gejala.

Tambahan lagi, mortalitas/kematian pada covid dapat dikurangi dengan cara meningkatkan asupan Melatonin. Khan juga napas diafragma dapat meningkatkan produksi melatonin.

Mortalitas covid juga dapat dikurangi dengan asupan Nitric Oxide. Lha ya ini juga wilayahnya olah napas. Bahkan olah napas dapat meningkatkan produksi Nitric Oxide hingga 15-20x lipat dari biasanya melalui teknik “humming” atau “bergumam” yang menyebabkan vibrasi pada nasal cavity hidung.

Dan banyak lagi.

Jadi, banyak aspek pada Metode Napas Ritme pada saat itu adalah solusi nyata bagi masalah covid.

Bahkan ketika muncul “long covid” atau dampak pasca covid, MG juga membuat kelas untuk membahas itu dengan ratusan pasien terbantukan untuk pulih dari dampak long covid.

Jadi, jika ada pembaca tulisan ini yang melihat dua brosur dibawah dan ikut sejak awal maka saya ucapkan terima kasih banyak dan selamat bahwa Anda adalah “peserta senior”. 

Saya selalu mengajak melalui tulisan, video Youtube, tetap dilakukan.

Tidak pernah bosan.

Pada apapun respon yang diterima.

Peserta 1 orang atau 100.000 orang itu adalah kehendak Allah SWT saja. Jangan berkecil hati atau terlalu berbangga diri. Tetap menginformasikan. Selalu mengajak.

Sebab sebagaimanapun bagusnya sebuah tulisan, video, motivasi, dan sejenis itu kalau tidak ada gerak hati maka tidak akan terjadi.

Hati yang bergerak itu kuncinya.

Dan yang Maha Membolak-balik Hati hanyalah Allah saja.

Tetaplah belajar.

Tetaplah sehat.

Tidak masalah kalaupun kena covid pada varian apapun, asalkan tetap selamat.

Memodifikasi sedikit istilah Latin dalam terjemahan bebas saya, “Spiro, ergo sum!” atau “Saya bernapas, maka saya ada!”

Sampai ketemu pada program latihan olah napas yang akan datang yang tentunya akan lebih menarik lagi!

Ssst… salah satu bocorannya nanti adalah “Program Latihan Menuju Real Autophagy!”

Tunggu tanggal mainnya!

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung