Ayo, Mulai Perhatikan Kualitas Tidur kita

Salah satu peserta kelas saya memperhatikan, kok kenapa HRV dia rendah padahal dia merasa tidurnya “berkualitas”?

Saya bilang, coba cek pakai sleep tracker untuk mengetahui apakah kualitas tidur kita berkualitas.

Setelah diukur, terlihat bahwa dari nyaris 8 jam tidurnya hanya mendapatkan 30 menit saja Deep Sleep. Dan ini tidak bagus. 30 menit deep sleep dari total nyaris 8 jam itu hanya 7% saja. Padahal yang dipersyaratkan agar masuk kategori tidur yang sehat menyehatkan adalah prosentase deep sleep antara 20-60%.

Melalui penggunaan alat-alat yang bersifat smart band ini cukup dapat membantu melakukan evaluasi kualitas tidur kita.

Jangan sepelekan kualitas tidur. Banyak fase sangat baik terjadi saat seseorang tertidur nyenyak. Pemulihan besar-besaran terjadi disitu. Mereka yang kurang tidur, oleh karena alasan apapun, maka wajib mengkondisikan dirinya untuk tetap mendapatkan jam tidurnya.

Kecuali, apabila orang itu tahu apa mekanisme yang terjadi pada tubuh saat tidur nyenyak. Misal kimiawi darah, frekwensi syaraf otonomnya, gelombang otaknya, dan sebagainya kemudian orang itu menggunakan pendekatan lain semisal teknik olah napas atau meditasi untuk mendapatkan perubahan-perubahan tersebut. Maka ia memiliki potensi kompensasi dari kekurangan waktu tidurnya.

Saya pernah mengalami masa seperti itu. Masa ketika menjadi sangat kurang tidur akibat covid-19 di awal-awal pandemi dulu. Tidak tanggung-tanggung, rekor saya adalah 7 hari tidak tidur. Jangan ditiru hahaha…

Alhamdulillah, sebelum pandemi waktu itu saya sudah melakukan banyak riset dan percobaan pada badan untuk mengkondisikan bagaimana teknik olah napas atau meditasi mendapatkan perubahan kimiawi darah, frekwensi syaraf otonom, peredaran darah, gelombang otak, dan sebagainya. Sehingga saya beruntung dapat melakukan kompensasi kekurangan waktu tidur itu dengan berbagai pengkondisian tersebut dan dapat melewati masa kurang tidur dengan tidak kurang suatu apapun.

Bahkan saat itu saya masih melatih kelas-kelas Zoom 21 hari tanpa peserta tahu bahwa itu adalah momen dimana saya tidak tidur berhari-hari. 

Jagalah kualitas tidur Anda. Jika ragu dengan kualitas tidur, investasilah pada alat untuk sleep tracking. Ini hal yang bermanfaat bagi Anda.

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung