Selayang Pandang Very Low Frequency (VLF) HRV

SELAYANG PANDANG VERY LOW FREQUENCY HRV

Oleh: Mas Gunggung

Beberapa waktu lalu mampir ke klinik Medika OHC Condet. Klinik ini adalah tempat dulu ada uji klinis Metode Napas Ritme secara kecil-kecilan.

Dengan dilakukan supervisi oleh dua dokter dan direktur kliniknya langsung saat itu, metode ini diujicobakan untuk menangani pasien kanker Thyroid stadium 4, pasien gagal ginjal kronis (GGK) yang sudah cuci darah seminggu dua kali, pasien diabetes, pasien kolesterol tinggi, dan asam urat tinggi. Hasilnya Alhamdulillah sangat memuaskan sehingga metodenya dipake terus selama bertahun-tahun disana.

Singkat cerita, saya ditanya sudah sejauh mana perkembangan metode ini? Karena sejak pandemi ini latihan libur cukup lama.

Well, mersudi Metode Napas Ritme ini sudah lumayan jauh perkembangannya. Utamanya adalah melakukan pemetaan-pemetaan antara berbagai ritme napas dan perubahan pada variabel HRV atau Heart Rate Variability.

MG telah melakukan semua pemetaan yang mungkin, berdasarkan jurnal dan serangkaian latihan mandiri, untuk melihat korelasi antara berbagai ritme napas dengan variabel HRV.

Ritme-ritme yang berada pada mekanika ventilasi rasio 1:1 (detik tarik napas sama dengan detik buang napas) seperti misalnya Ritme 1:1, 2:2, 3:3, 4:4, 5:5, dan seterusnya hingga 30:30 telah dipetakan. Ada paling tidak 30 ritme pada rasio ini.

Termasuk juga pada rasio 1:2 (detik buang napas lebih panjang dibandingkan detik tarik napas) seperti ritme 1:2, 2:4, 3:6, 4:8, 5:10, dan seterusnya hingga 30:60. Juga ada 30 ritme pada rasio ini.

Plus tidak ketinggalan ritme kebalikan atau istilah sainsnya Inverse Ratio pada rasio 2:1 (detik tarik napas lebih panjang dibandingkan detik buang napas) seperti misalnya ritme 2:1, 4:2, 6:3, 8:4, 10:5, dan seterusnya hingga 60:30. Ada 30 ritme pada rentang rasio ini.

Jadi, paling tidak sudah ada 90 pemetaan ritme-ritme napas yang sudah dilakukan.

Itu belum menghitung sekian banyak ritme yang memiliki Tahan Napas seperti misalnya segitiga dan segiempat. Ritme-ritme seperti 2:8:4, 5:10:10, 10:30:10, dan banyak lagi. Variasinya menjadi sangat banyak. 

Plus pemetaan terhadap resonansi frekwensi di alam ini. Misal, terhadap frekwensi Bumi, frekwensi Air, frekwensi Api, dan sebagainya.

Secara umum, dan yang disepakati sains dan medis, beberapa variabel HRV adalah sebagai berikut:

a. Time Domain, meliputi SDNN, RMSSD, PNN50, Mean RR Interval
b. Frequency Domain, meliputi VLF, LF, HF, Total Power, Ratio LF/HF
c. Non Linear, meliputi SD1 dan SD2

Dari yang umum diatas, ada juga yang lebih spesifik lagi seperti Indeks Stress, HRV Triangular Index, dan sebagainya.

Masing-masing dari variabel ini punya maksud dan ia akan menyebabkan perubahan apa pada tubuh.

Misalnya, syaraf simpatik dapat dilihat dari nilai LF (low frequency, 0.04-0.15 Hz) sedangkan syaraf parasimpatik dapat dilihat dari nilai HF (high frequency, 0.15-0.4 Hz) pada suatu periode waktu tertentu.

Dengan cara ini, kita dapat melihat apakah pada saat itu yang dominan di badan kita syaraf simpatik ataukah syaraf parasimpatik. Kedua jenis syaraf ini berada pada sistem syaraf otonom dimana mekanisme stress seperti ‘fight or flight’ dikerjakan oleh sistem syaraf simpatik sedangkan mekanisme recovery/penyembuhan dikerjakan oleh syaraf parasimpatik.

Stimulasi yang cukup ini nantinya akan menimbulkan kemunculan hormon tertentu. Pada stimulasi syaraf simpatik akan menimbulkan hormon Adrenalin sedangkan stimulasi pada syaraf parasimpatik akan menimbulkan hormon Acetylcholine.

Jadi, kalau Anda ingin terjadinya penyembuhan yang baik maka perkuat syaraf parasimpatik Anda. Dilatih, distimulasi, agar reaktif, responsif, dan adaptif terhadap semua kenaikan Syaraf simpatik pada stres apapun jenisnya.

Oleh karena Metode Napas Ritme sudah memetakan ini, maka ada ritme-ritme khusus yang berada pada wilayah frekwensi syaraf parasimpatik. Jika dilatihkan rutin, tubuh Anda akan memiliki kualitas parasimpatik yang baik. Parameternya dapat dilihat.

Demikian juga dengan Syaraf Simpatik.

Ada banyak penjelasan mengenai keduanya di group ini.

Selain frekwensi simpatik (LF HRV) dan parasimpatik (HF HRV) juga ada frekwensi sangat rendah atau ultra rendah yang disebut dengan Very Low Frequency (VLF) yang berada pada rentang frekwensi dibawah 0.04 Hz.

Apakah ritme napas manusia mampu melakukan itu? Menghasilkan frekuensi dibawah 0.04 Hz?

Tentu saja.

Dan sebagaimana stimulasi pada aspek hormonal, VLF juga menghasilkan kemunculan hormon tertentu. VLF juga menjadi salah satu indikator mortalitas pada banyak studi kasus kesehatan berat. Nilai VLF juga menjadi dasar dari aktivitas thermoregulatory atau pengaturan panas via syaraf simpatik.

Jadi, kalau ada pendekatan untuk mampu menaikkan dan menurunkan kekuatan syaraf simpatik, parasimpatik, dan Neuro hormonal serta thermoregulatory tertentu maka Anda punya potensi perbaikan logis via metode ini.

Silahkan dilihat pada video dibawah ini bagaimana saya mendemonstrasikan Live pada beberapa ritme-ritme lambat seperti Ritme 11:11, Ritme 13:13, dan Ritme 16:16.

Semoga menambah wawasan.

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung