11 April – World Breathing Day

11 APRIL 2022
WORLD BREATHING DAY

Banyak teman-teman yang bertanya apa itu Metode Napas Ritme?

Pertama, apakah sama dan mirip dengan olah napas Merpati Putih? Kedua, apakah sama dengan olah napas Yoga? Dan ketiga, apakah sama dengan olah napas Chikung?

Baiklah, video yang saya buat pada penjelasan Kelas Kurama HRV 2022 sesi pertama ini sengaja dipublikasikan agar dapat dilihat apakah ada kemiripan dengan tiga diatas yang saya sebutkan tadi.

Silahkan dinilai apakah ada mirip-miripnya atau banyak kesamaan dengan tiga diatas. Atau memang sangat berbeda. 

Selamat menonton dan semoga menambah wawasan.

Insya Allah, karena sudah mencapai studi kasus pelatihan kelas lansia selama 10 tahun, sudah melewati kelas pelatihan umum >30.000 jam terbang, diajarkan lebih dari 200 dokter, dibuatkan seminar dan workshop di lebih dari 20 kota, sudah memiliki lebih dari 25.000 peserta yang belajar, dan dalam proses pembuatan studi ilmiah magister, thesis, dan spesialis jantung maka tahun ini juga buku mengenai Metode Napas Ritme akan diluncurkan.

Buku ini akan tersusun atas 2 (dua) jilid pertama dengan judul sebagai berikut:

  1. Kode Frekwensi Napas
  2. Napas Ritme Terapan

Dan setelah itu akan ada buku-buku tambahan mengenai studi kasus dan aspek praktis metode ini pada berbagai kasus kesehatan ringan maupun berat.

Insya Allah draft buku ini akan saya bawa terlebih dahulu pada 2 profesor yang sekaligus dokter. Meminta penilaian beliau-beliau. Termasuk beberapa kolega dokter yang sudah PhD dan spesialis.

Sepuluh tahunan bukanlah waktu yang singkat untuk bersabar, legowo, terus belajar, merumuskan ini dan itu, membangun hipotesa, membeli berbagai alat ukur, membeli jurnal berbayar, dan banyak lagi. Tak lupa menerima takdir kehidupan apapun dari Allah baik dalam kondisi senang maupun susah.

Dijalani saja dengan senyum, dengan terus belajar tanpa henti.

Luaskan hati dan pikiran.

Dan sambil menjelang World Breathing Day 2022 barangkali itulah salah satu sumbangsih pemikiran untuk masyarakat.

Munculkan saja pikiran-pikiran kita, dan biarkan semua melihat dan menilai orisinalitas pemikiran tersebut. Bukan untuk menganggap diri paling hebat atau agar mengungguli orang lain melainkan semata-mata untuk menjadi lebih baik dari diri kita yang lama.

Tak perlu meributkan ini dan itu. Sebab jika ilmu itu bermanfaat bagi masyarakat, maka akan diterima dan meluas serta terus meluas. Namun jika tidak, maka tak ada pikiran yang dapat diterima oleh siapapun.

Dan jika ada keberkahan pada ilmunya mudah-mudahan jadi jalan kebaikan bagi banyak orang. Amal jariyah bersama. Insya Allah.

Sekaligus mengingatkan malam ini adalah hari ke-2 dari 7 hari latihan pada program 21 hari non stop edisi Ramadhan ini yang dapat diakses free pada YouTube saya.

“Jangan menyerah, jangan terserah. Selama masih ada setarikan napas, berjuanglah!” – MG

About Mas Gunggung

He is martial artist in Pencak Silat Merpati Putih. He develops health and wealth program in pencak silat based on breathing exercises which called "Napas Ritme". Individuals who are not scientists or engineers, but believe in the importance of science.

View all posts by Mas Gunggung